Saat itu kau tiba-tiba hadir, tanpa kuduga kau masuk dalam
kehidupanku. Sebelumnya kita memang sudah saling mengenal namun tidak seakrab
perkenalan seorang teman yang selalu saling menegur. Engkau hanya mengetahui
namaku tapi tidak dengan pribadiku, begitupula denganku. Ketika salah seorang
sahabatku memperkenalkanmu denganku sesungguhnya ku telah mengetahui siapa kamu
begitupun sebaliknya, beberapa hari terlewati atas perkenalan kita, dan pada
saat itu kita mulai akrab seperti halnya seorang sahabat, setelah beberapa hari
berlalu, ku merasakan ada perbedaan pada dirimu, engkau mulai lebih peduli dan
lebih memperhatikanku, saya rasa engkau ingin dekat denganku ingin melebihi
dari sekedar teman, bukannya saya sok merasa disukai tapi itulah kenyataan yang
kurasa pada saat itu, dan itu membuat saya sangat penasaran terhadapmu.
Namun, sebenarnya
ku tidak ingin itu terjadi, ku tak mau engkau sampai menyukaiku, saya takut
merusak persahabatan kita yang sudah cukup membuatku selalu tersenyum saat
bersamamu. Dan saya pun sudah berjanji pada diri saya, apabila itu benar-benar
terjadi, saya tidak akan mau menerimanya sebagai pasangan hidupku, cukup
menjadi sahabatnya saja ku sudah merasa bahagia, ku tak ingin kebahagiaanku
berubah setelah menjadi pasangan
hidupnya. Hari demi haripun telah berlalu, perasaanmu terhadapku semuanya telah
kuketahui, kau menunggu jawaban dariku beberapa hari, namun saya masih ragu
mengatakan iya atau tidak, sangat DILEMA. Sesungguhnya kata TIDAK sudah kupersiapkan
matang-matang namun tiba-tiba saya merasa tak nyaman jika saya mengatakan tidak,
disisi lain saya baru menyadari ternyata rasa itu pun sama dengan apa yang dia
rasakan.
Semua itu
telah terjawab, saat itu kita lebih dekat dan akhirnya kita menjalin hubungan
lebih serius, padahal sebenarnya saya mengingkari janji saya sendiri, “maafkan
aku Tuhan, ku terjebak dalam sebuah rasa yang tak bisa kuhiraukan, ku
menyayanginya”. Hari demi hari kulalui bersamanya , tak ada perubahan
terhadapnya yang selama ini yang selalu saya takutkan saya rasa memang tidak
akan pernah terjadi, saya bahagia atas kehadirannya dalam hidupku, dia selalu
ada disaat senang, dan sedih sehingga ku tak pernah mengenal yang namanya rasa
sepi. “Terima kasih tuhan engkau telah mempertemukanku dengannya”. J namun jelang beberapa hari saya sering merasakan perasaan tidak
nyaman ketika sering bersamanya, entah apa yang terjadi kepadaku. Perasaan buruk
itu selalu menghantuiku namun ku tak pernah memberitahunya atas apa yang saat itu
kurasakan, ku tak ingin dia mengkhawatirkanku. Dan perasaan itu ku jadikan
sebagai pertanyaan yang harus saya cari jawabannya.
Dan pada
akhirnya, dia mulai berubah. Perhatian yang selalu ada, itu tak ada lagi, dia
mulai cuek. Saya tidak mengetahui alasan dia berubah karena apa! Entah karena
kesalahanku, aku tak mengerti “Ya Tuhan mengapa semua itu harus terjadi, rasa
takutku selama ini, akhirnya benar-benar terjadi :’(“ namun saya selalu
bersabar atas itu semua, kujalani hari-hariku dengannya dengan sejuta perbedaan,
perhatianku terhadapnya selalu dia hiraukan. Tak pernah kubayangkan sebelumnya
semua ini terjadi, jika dibandingkan dengan kebahagiaan yang kurasakan selama
ini bersamanya tak kusangka akan menjadi seperti ini :’(. Perlahan-lahan dia
menghilang entah kemana, kabarnya pun tak kuketahui bagaimana dia, apakah dia
baik-baik saja disana. Dan saat itu saya baru mengerti dan menyadari perasaan buruk itu yang saya anggap sebuah pertanyaan, kini telah kutemukan jawabannya :'( .
Seandainya
kita tetap berstatus sekedar teman seperti dulu semuanya pasti takkan seperti ini, kita pasti
masih selalu bersama, berbagi canda tawa. Namun kini semua tak berarti lagi. Persahabatan
kita hancur hanya karena satu alasan konyol, yaitu cinta yang tidak pernah
kuketahui makna sesungguhnya, kupikir cinta itu indah tapi mengapa dia membuatmu
menjauh dariku kukira cinta akan lebih membuatmu dekat denganku, tapi nyatanya
apa yang kuharapkan tak sejalan dengan apa yang terjadi :’( . dia benar-benar
pergi tinggalkanku dengan alasan yang tak jelas.
Meski terasa perih namun semuanya
tak pernah ku sesali karena sejak pertama saya memang sudah beranggapan bahwa
ketika kita menjalani hubungan yang lebih dari teman, mungkin akan merusak
persahabatan kita. Semua ini akan kujadikan pengalaman dan kusisihkan sebuah
kenangan yang tak terlupakan.
Untuk kamu yang ku maksud “Terima kasih telah hadir dalam
hidup ini membawa kebahagiaan, dan pergi
menyisakan kenangan, pahit manisnya hidup pernah kita lalui bersama, dan
kuharap kau tak melupakan itu, sebenarnya saya sanggup melupakanmu namun
kenangan kita takkan pernah bisa terhapuskan”
“SEKIAN”
Pesan dari penulis:
Ketika kamu sudah nyaman dengan status teman, jangan pernah
melangkah lebih jauh. Karena jejak
kakimu pada langkah kedua belum tentu sama seperti jejak kakimu dilangkah awal.
Karya : Asnira
Penulis : Asnira
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)