Coretan Pena

Senin, 28 Oktober 2013

ANTARA SAHABAT DAN CINTA


        Saat itu kau tiba-tiba hadir, tanpa kuduga kau masuk dalam kehidupanku. Sebelumnya kita memang sudah saling mengenal namun tidak seakrab perkenalan seorang teman yang selalu saling menegur. Engkau hanya mengetahui namaku tapi tidak dengan pribadiku, begitupula denganku. Ketika salah seorang sahabatku memperkenalkanmu denganku sesungguhnya ku telah mengetahui siapa kamu begitupun sebaliknya, beberapa hari terlewati atas perkenalan kita, dan pada saat itu kita mulai akrab seperti halnya seorang sahabat, setelah beberapa hari berlalu, ku merasakan ada perbedaan pada dirimu, engkau mulai lebih peduli dan lebih memperhatikanku, saya rasa engkau ingin dekat denganku ingin melebihi dari sekedar teman, bukannya saya sok merasa disukai tapi itulah kenyataan yang kurasa pada saat itu, dan itu membuat saya sangat penasaran terhadapmu.

                Namun, sebenarnya ku tidak ingin itu terjadi, ku tak mau engkau sampai menyukaiku, saya takut merusak persahabatan kita yang sudah cukup membuatku selalu tersenyum saat bersamamu. Dan saya pun sudah berjanji pada diri saya, apabila itu benar-benar terjadi, saya tidak akan mau menerimanya sebagai pasangan hidupku, cukup menjadi sahabatnya saja ku sudah merasa bahagia, ku tak ingin kebahagiaanku berubah setelah menjadi  pasangan hidupnya. Hari demi haripun telah berlalu, perasaanmu terhadapku semuanya telah kuketahui, kau menunggu jawaban dariku beberapa hari, namun saya masih ragu mengatakan iya atau tidak, sangat DILEMA. Sesungguhnya kata TIDAK sudah kupersiapkan matang-matang namun tiba-tiba saya merasa tak nyaman jika saya mengatakan tidak, disisi lain saya baru menyadari ternyata rasa itu pun sama dengan apa yang dia rasakan.

                Semua itu telah terjawab, saat itu kita lebih dekat dan akhirnya kita menjalin hubungan lebih serius, padahal sebenarnya saya mengingkari janji saya sendiri, “maafkan aku Tuhan, ku terjebak dalam sebuah rasa yang tak bisa kuhiraukan, ku menyayanginya”. Hari demi hari kulalui bersamanya , tak ada perubahan terhadapnya yang selama ini yang selalu saya takutkan saya rasa memang tidak akan pernah terjadi, saya bahagia atas kehadirannya dalam hidupku, dia selalu ada disaat senang, dan sedih sehingga ku tak pernah mengenal yang namanya rasa sepi. “Terima kasih tuhan engkau telah mempertemukanku dengannya”. J  namun jelang beberapa hari saya sering merasakan perasaan tidak nyaman ketika sering bersamanya, entah apa yang terjadi kepadaku. Perasaan buruk itu selalu menghantuiku namun ku tak pernah memberitahunya atas apa yang saat itu kurasakan, ku tak ingin dia mengkhawatirkanku. Dan perasaan itu ku jadikan sebagai pertanyaan yang harus saya cari jawabannya.

                Dan pada akhirnya, dia mulai berubah. Perhatian yang selalu ada, itu tak ada lagi, dia mulai cuek. Saya tidak mengetahui alasan dia berubah karena apa! Entah karena kesalahanku, aku tak mengerti “Ya Tuhan mengapa semua itu harus terjadi, rasa takutku selama ini, akhirnya benar-benar terjadi :’(“ namun saya selalu bersabar atas itu semua, kujalani hari-hariku dengannya dengan sejuta perbedaan, perhatianku terhadapnya selalu dia hiraukan. Tak pernah kubayangkan sebelumnya semua ini terjadi, jika dibandingkan dengan kebahagiaan yang kurasakan selama ini bersamanya tak kusangka akan menjadi seperti ini :’(. Perlahan-lahan dia menghilang entah kemana, kabarnya pun tak kuketahui bagaimana dia, apakah dia baik-baik saja disana. Dan saat itu saya baru mengerti dan menyadari perasaan buruk itu yang saya anggap sebuah pertanyaan, kini telah kutemukan jawabannya :'( .

                Seandainya kita tetap  berstatus sekedar teman seperti dulu semuanya pasti takkan seperti ini, kita pasti masih selalu bersama, berbagi canda tawa. Namun kini semua tak berarti lagi. Persahabatan kita hancur hanya karena satu alasan konyol, yaitu cinta yang tidak pernah kuketahui makna sesungguhnya, kupikir cinta itu indah tapi mengapa dia membuatmu menjauh dariku kukira cinta akan lebih membuatmu dekat denganku, tapi nyatanya apa yang kuharapkan tak sejalan dengan apa yang terjadi :’( . dia benar-benar pergi tinggalkanku dengan alasan yang tak jelas. 

                Meski terasa perih namun semuanya tak pernah ku sesali karena sejak pertama saya memang sudah beranggapan bahwa ketika kita menjalani hubungan yang lebih dari teman, mungkin akan merusak persahabatan kita. Semua ini akan kujadikan pengalaman dan kusisihkan sebuah kenangan yang tak terlupakan.

Untuk kamu yang ku maksud “Terima kasih telah hadir dalam hidup ini  membawa kebahagiaan, dan pergi menyisakan kenangan, pahit manisnya hidup pernah kita lalui bersama, dan kuharap kau tak melupakan itu, sebenarnya saya sanggup melupakanmu namun kenangan kita takkan pernah bisa terhapuskan”
“SEKIAN”

Pesan dari penulis:
Ketika kamu sudah nyaman dengan status teman, jangan pernah melangkah lebih jauh. Karena  jejak kakimu pada langkah kedua belum tentu sama seperti  jejak kakimu  dilangkah awal.



Karya                 :               Asnira

Penulis                :               Asnira

Tidak ada komentar:

Posting Komentar