Ketika mulut dan ragaku tak menunjukkan kebaikan harusnya
kamu yang menegurku
Disaat mataku tak melihat sebuah keindahan harusnya kamu
berikan ku petunjuk dan menuntunku
Dikala jemariku tak menggenggam kekuatan harusnya kamu
menyemangatkanku
Tapi, mengapa engkau membiarkan semua itu terjadi?
Harusnya kamu hadir menjadi pelengkap kekuranganku
Engkau malah menjadi penonton atas hidupku saat ini
Kau tak pernah sadari engkaulah yang ku tunggu
Aku berjuang untuk mendapatkan apa yang ku inginkan
Berjuta cara yang ingin kulakukan untuk penuhi semua itu
Namun, kesadaran akan kepergianmu merenggut semangatku
Benar salah yang kulakukan tak menjadi cerita baik maupun
buruk
Yang ku inginkan hanyalah kamu
Hadirlah kembali melukis
cerita indah bersamaku
Menata rapi janji-janji kita dulu ....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar