Coretan Pena

Sabtu, 14 Maret 2015

Kadang Pertemanan Menjelma Menjadi Pembunuh Sebuah Cinta

 Sebuah bangkai bisa jadi tak akan pernah tercium selamanya… jika seseorang yang mencium baunya pura-pura tidak mencium, atau menyangkal sedang mencium bau bangkai.

Namun perasaan cinta bukanlah bangkai. Meski terselip dalam sebuah hubungan rumit bernama “pertemanan”, perasaan tetaplah perasaan. Gue orang yang percaya pada sebuah ungkapan…

Cewek dan cowok tidak pernah bisa menjadi best friend sepenuhnya.

Intensitas ketemu, ngobrol, dan saling terbuka mungkin saja perlahan, sedikit demi sedikit menumbuhkan benih-benih cinta, atau minimal suka. Dalam sebuah pertemanan seorang cowok dan cewek, bisa aja ada salah satu pihak yang sempat berpikir, “Dia baik banget. Mungkin gak sih gue suka sama dia? Apa mungkin kita jadian?”

“Kalau bukan suka? Kenapa gue cemburu kalo dia sama yang lain? Padahal kita cuma temen.”

Dan akhirnya pemikiran dan perasaan itu dibunuh dan dikubur dalam-dalam dengan batu nisan bertuliskan “atas nama pertemenan” tertancap di atasnya.

Dari contoh di atas, kadang gue berpikir pertemanan itu kejam. Sebuah pertemanan di antara dua manusia berbeda jenis kelamin, kemudian tumbuh rasa-rasa di dada. Apakah itu semua salah manusia? Bukankah cinta datang sendirinya tanpa diduga-duga?

Banyak orang yang rela membunuh rasanya sendiri hanya untuk menyelamatkan kedekatan dengan dia (dalam wujud teman) yang dipuja, dan untuk tetap bisa menjalani kebiasaan-kebiasaan bersamanya (meski dalam wujud teman).

Sederhananya, ada yang memilih memendam rasa hanya karena takut jadi jauh karena dia gak punya perasaan yang sama.

Miris, memang. Namun apa daya? Memang kadang rasa cinta yang tiba-tiba ada bisa menghancurkan jalinan pertemanan yang sudah dibangun sejak lama. Atau sebaliknya, status pertemanan yang ada membunuh sebuah cinta yang bersemi tiba-tiba.

“Nggak kok. Gue sama best friend gue gak ada rasa apa-apa.”

Mungkin kamu bilang nggak. Mungkin dia bilang nggak juga pas ditanya.

Tetapi di dalam hati, gak ada yang pernah tau… bahkan diri kamu.

Lalu, siapakah yang berharap dalam hubungan pertemanan kamu dengannya? Dia, atau kamu?

Dan sampai kapan mau membohongi diri sendiri?

Pertanyaan terakhir dalam hidupmu adalah…

Apakah pertemanan dan kedekatan itu lebih berharga dari rasa cinta yang tercipta? Dan apa kamu tega membunuhnya?

@daraprayoga_

Sabtu, 24 Januari 2015

“Assalamualaikum, SosMed!”’

                Selain gue remaja lainnya juga doyan tongkrongin SosMed,  dari anak SD sampai lanjut usia sudah ngenalin Sosial Media pastinya, tidak sedikit dari mereka yang memiliki akun. Bahkan hampir semua punya, yah pernyataannya seperti itu.
                Berbagai macam cara manusia mengendalikan dan memainkan Sosmed, semua orang memiliki hak tersendiri bukan? dari yang mereka biasa-biasa saja hingga tingkat lebay dan sedikit alay. Contoh kecil orang pacaran di sosmed, LDR semakin berkembang dan semakin maju dan status kangen-kangenan bertebaran dimana-mana. “Eitss jangan tersinggung para bocah alay, bukan berarti gue nggak pernah bikin status gituan. Keseringan malah, hahah.” *ketawa besar*
                Pacaran di Facebook atau di BBM contohnya, awal ketertarikan antara lawan jenis terjadi ketika... Pertama, ketika si Juliet memasang Display Picture/Profil Picture yang kelihatan cantik, sehingga terlahir  hasrat Romeo untuk mendekati Juliet. Kedua, chatting yang nyambung terkadang membuat hati si Romeo merasa nyaman dengan Juliet (Pengalaman). Ketiga, nasib dan kebiasaan yang sama antara Romeo dan Juliet melahirkan sebuah kecocokan diantara keduanya, meskipun hanya mereka yang menduga-duga kalo mereka cocok, haha :D lucu juga sih. Oke cukup Ngejudge-nya. Lanjut ke pembahasan...
                Hal tak bosan-bosannya dilakukan orang pacaran di sosmed yaitu chat! Habis ketemuan, balik lagi chat lagi. Apalagi para LDR kesibukannya hanya chat dan chat, uhh membosankan (bagi para Jomblo). Yang lagi asik chat sama pacarnya yang lagi seneng-seneng aja pembahasannya takkan ada habisnya tuh pembahasan.
                “Beb, rindu nih.” Berharap pacarnya juga merindukannya_-
                “Kok bisa beb?” balasan yang cukup buruk bagi si perindu. Hahah
                “Emang kamu nggak ngerasa?” tangkisan kecewa
                “Biasa aja kok” cuek gilee
                Hey kamu yang tidak peka, segeralah cari toko obat yang jual obat peka. Kalo pacar kamu nunjukin hal-hal seperti itu, ketahui sajalah maunya apa. Dan bagi para pengharap, sebaiknya kamu nilai keseriusan pasanganmu dari hal kecil seperti caranya memperlakukanmu. Tapi, jangan salahkan doi terlebih dulu. Karena terkadang keadaan yang membuat doi Bad Mood yang bikin males juga sama kamu, itu bisa terjadi kapan saja. Timbulnya masalah besar harus dihindari Sob!
                Ngoceh soal sosmed. Banyak hal yang kita bisa kita dapatkan disini, dari pengalaman dan berbagai pengetahuan baru, ada disini. Terutama istilah-istilah lebay dan sedikit alay banyak ditemukan disini, entah siapa yang memulai dan dari mana asalnya itu tidak penting. Bagi para pengguna sosmed, tau istilah tau artinya itu sudah cukup. Setidaknya mereka tidak ketinggalan jaman dan sudah tergolong Gaul. Meskipun ada diantaranya yang tau nyebutin tapi artinya masih samar-samar, sekali lagi itu nggak penting. Yang terpenting sob, yang penting eksis.

                Selain itu masih banyak lagi yang bisa kalian temui di Sosmed, pergunakanlah sebaik mungkin, selamat berkreasi Sob J

SESAL

            Kesedihanku semakin dalam, perasaanku kini tak kumengerti bagaimana sebaiknya keputusan terbaik yang harus kutentukan, ketika ada dua pilihan yang sangat berat untukku memilih satu diantaranya.
Aku tahu ini semua terjadi karena kesalahanku sendiri ketika ku mulai tak jujur kepada mereka, aku memobohongi mereka demi mempertahankan kebahagiaanku atas kehadiran keduanya, aku tahu aku sudah memiliki seseorang yang cukup sempurna menjadi teman hidupku, seorang yang selalu mengerti dan sangat memahami keadaanku, seseorang yang selalu menasehatiku.
Yah.. Itulah sosok seorang Dion kekasihku, hanya saja dia tidak selalu berada disampingku, dia jauh dan butuh waktu yang lama untuk bisa bertemu lagi dengannya karena pekerjaannya di luar kota membatasi pertemuan kita. Dion selalu mengingatkanku segenggam pesan darinya “Jangan pernah lelah menungguku, aku akan kembali untukmu.” Meskipun itu selalu ku dengar hanya melalui telepon.
Disisi lain ada seseorang yang dekat denganku seorang pria yang jutek tapi penyayang, dia terlihat hanya seperti teman biasa untukku yang sudah aku anggap sebagai seorang kakak, namanya Wian. Dibalik sikapnya yang sedikit cuek itu ternyata dia menyimpan perasaan kepadaku.


“Aku ingin menjalani hubungan yang lebih serius denganmu, bukan hanya sekedar adik ataupun kakak,”
 “Jangan bencanda kak Wian, hal konyol seperti ini takkan buatku tertipu,” balasku dengan tawa dan terlihat sedikit malu.
Aku pun belum percaya dengan apa yang ia katakana, selama ini Wian selalu bersamaku, dekat denganku bahkan hampir setiap hari ku selalu bercanda bersamanya, aku sangat nyaman berada disampingnya. Setelah cukup lama ku selalu bersama Wian, ia pun menagih jawaban itu,
“Bagaimana? Maukah kamu menjalalninya bersamaku?”
 Yah Tuhan apa yang harus ku katakan , apakah aku harus berbohong bahwa aku masih sendiri atau aku harus jujur bahwa saya sudah memiliki kekasih
“Maaf aku rasa, aku masih butuh waktu untuk memikirkan itu”
 Aku juga mulai menyayangi Wian. Aku tak tahu harus bagaimana, aku merasa serba salah. Aku mencoba meminta pendapat dari salah seorang sahabatku Wika.
“Wik.. menurutmu siapa lebih pantas untukku?”
“Bagaimana perasaanmu terhadap Wian? Apakah kau juga mencintainya?”
Jujur aku menyayanginya dan belum bisa ku pastikan apakah aku juga mencintainya!” jawabku kebingungan.
Sungguh ceroboh, sangat tidak konsisten.. Ku hanya bisa menyalahkan diriku sendiri.
Aaaahh perasaan apa ini Tuhaaann????
 “ Apakah perasaanmu terhadap mereka berdua sama beratnya? Seimbang?”. Tanya wika
Tentu tidak, bisa kupastikan 60% untuk Dion dan 40% untuk Wian.
Wian yang belum mengetahui kehadiran Dion tentu dia sangat sangat kecewa jika sudah mengetahuinya karena aku tidak jujur dari awal, aku menutupi hubunganku dengan Dion karena aku tidak ingin Wian menjauh. Aku tahu caraku ini salah, namun kebagaiaanku ada pada mereka, mungkin kehadiran Wian menadakan bahwa Tuhan sedang menguji kesetiaanku.
            Rasanya ingin memiliki keduanya dan itu tidak akan mungkin terjadi karena aku juga tak ingin mendua dan nasib Dion? Aku tidak siap meninggalkannya karena sejauh ini hubungan kami baik-baik saja, dia akan lebih sakit jika aku meninggalkannya dengan alasan yang tak jelas. Semakin berat rasanya menanggung semua kebohongan ini, aku harus berkata jujur kepada Dion bahwa aku telah dekat dengan orang lain tanpa sepengetahuaannya
“Di.. maafkan aku tak jujur padamu, sebenarnya ada orang ketiga diantara kita. Maafkan aku, tapi sungguh aku benar-benar sayang padamu.” tangisanku melalui telepon
 “Jika engkau benar-benar menyayangiku, engkau takkan pernah ada waktu memikirkan orang lain sekalipun aku berada di planet lain”.
“Aku tak tahu harus bagaimana lagi, sungguh berat bagiku untuk memilih.”
            “Jujur aku sangat kecewa dengan semua ini namun jika memang engkau akan memilih dia yang bisa lebih menjagamu, aku ikhlas.”
            “Aku memang bodoh, menyianyiakan orang sebaik kamu” ucapku menyesal
“Jangan pernah engkau berpikir aku melepasmu karena aku tak sayang padamu, tidak! Justru itu aku sangat menyayangimu, aku tak ingin memaksakan perasaanmu untukku jika memang bahagiamu ada pada dirinya” tegas Dion kecewa. Akhirnya kami memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini.
Hari demi hari selalu kutunggu kabar dari Wian untuk menaghi kembali jawaban dariku namun sejak saat itu tak ada kabar darinya. Wian meghilang begitu saja dan Dion pun tak pernah ada kabar. Kembali lagi aku terpuruk dalam kesedihan, aku meninggalkan Dion demi seorang Wian, tapi kemana Wian pergi? dia tak pernah ada kabar lagi. Apakah ini buah dari penyesalanku dulu telah menyianyiakan Dion, aku merasa telah kehilangan keduanya.

Baik-buruknya dari kisah ini semoga bisa menjadi pelajaran untuk para pembaca agar lebih bisa menghargai orang lain.

Sekilas tentang penulis: Asnira adalah mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Makassar



BERAKHIR DENGAN INDAH

Untuk apa menangisi pahitnya sebuah rasa jika memang semua telah menjadi takdir kehidupan, air mata tak berharga lagi semakin kau menyesali semakin sakit yang kau rasa. Bukankah kenyataan telah mengajarkan tentang sebuah kebenaran yang tidak selalu terungkap dengan cara yang benar, namun bukan berarti terungkap dengan cara yang salah melainkan dengan cara yang berbeda.
Sadarlah jalan hidupmu tak akan berhenti disaat satu kegagalan berdiri tegak dihadapanmu. Ingatlah disampingmu, dibelakangmu dan dimanapun itu masih banyak orang yang akan selalu melindungimu dan tanpa sepengetahuanmu mungkin lebih banyak orang yang menyembunyikan kepeduliaannya terhadapmu. Ketika kamu jatuh, tentu mereka menginginkan kamu menjadi lebih kuat menghadapinya, memang sangat terasa sakit bila semua harapan-harapan yang selalu diucap dalam doa tak terwujud oleh kenyataan, dimana harapan itu selalu menjadi bayangan dan terlihat menjadi lebih indah nantinya.  
Indah tak harus mewah, bahagia itu sederhana dan cinta tak harus memiliki bahkan Jodoh tidak kemana! Nah itulah beberapa kalimat yang menjadi motivasi banyak orang. Perlu kamu tahu bahwa mengucapkan 1 kata itu memang mudah, namun tanya hatimu apakah mudah membiarkan 1 kata yang selalu terucap oleh bibirmu yang menjadi semangatmu hilang begitu saja, tentu itu tidak mudah. Kesulitanmu akan menjadi sebuah pelajaran besar dalam hidupmu, ketika kamu akan melangkah selalu terlintas kegagalan masa lalu yang bisa saja mematahkan semangatmu, maka saat itu juga kamu harus menerima sebuah kenyataan tanpa menyalahkan waktu dan keadaan.
Kamu tak harus berubah untuk itu, namun kamu harus berubah untuk dirimu sendiri. Melihatlah kedepan, perjalananmu masih panjang, masa depan menantimu jangan biarkan masa depanmu menunggu lebih lama. Jadikan pribadimu lebih baik dari sebelumnya, maka harapan yang kamu kejar selama ini akan datang menghampirimu dengan sendirinya. Percayalah ini bukan hanya sekedar kata-kata melainkan petunjuk, meski sulit bagimu untuk menjalani namun seperti yang kita ketahui semua butuh proses.
Sabar adalah kunci utamamu, diluar sana banyak orang yang sudah bosan bersabar tapi tanpa dia sadari dia masih terus bersabar hingga pada akhirnya dia sudah terbiasa untuk itu .
Kamu terlahir memiliki kepribadian, tentu kamu punya tujuan hidup yang lebih jernih meskipun waktu terus merenggut hidupmu sedikit demi sedikit. Lupakan hal-hal buruk dimasa lalu, dan masa-masa indah yang terlewati dan kenangan manis yang akan selalu terkenang jangan kamu lupakan, simpan baik-baik keindahan itu mungkin saja suatu hari nanti engkau membutuhnkannya lagi, karena masa lalu tidak pernah salah, hanya kita yang tak bisa menerimanya. Semua yang terjadi akan ada hikmahnya, mungkin hidupmu akan indah dengan cara yang berbeda nantinya, yakinlah.


HARUSNYA KAMU

Ketika mulut dan ragaku tak menunjukkan kebaikan harusnya kamu yang menegurku
Disaat mataku tak melihat sebuah keindahan harusnya kamu berikan ku petunjuk dan menuntunku
Dikala jemariku tak menggenggam kekuatan harusnya kamu menyemangatkanku
Tapi, mengapa engkau membiarkan  semua itu terjadi?

Harusnya kamu hadir menjadi pelengkap kekuranganku
Engkau malah menjadi penonton atas hidupku saat ini
Kau tak pernah sadari engkaulah yang ku tunggu
Aku berjuang untuk mendapatkan apa yang ku inginkan
Berjuta cara yang ingin kulakukan untuk penuhi semua itu
Namun, kesadaran akan kepergianmu merenggut semangatku

Benar salah yang kulakukan tak menjadi cerita baik maupun buruk
Yang ku inginkan hanyalah kamu

Hadirlah kembali melukis cerita indah bersamaku
Menata rapi janji-janji kita dulu ....

Jumat, 09 Januari 2015

DIA

Detik demi detik dan hari hari demi hari telah terlewati, tak terasa sudah sejauh ini, hidup ini telah diatur oleh yang Kuasa. Banyak hal tak terduga yang tiba-tiba hadir dalam kehidupan, begitupula dengan kehidupanku. Ku menemukan sebuah nama yang tak langkah lagi dari pendengaranku, secara kebetulan saat kami bertemu semua terjadi sangat biasa-biasa saja. Namun, sejak hari itu terlahir hasrat dalam hati ingin mengetahui tentangnya namun tak pernah sempat, hingga saat itu tiba meskipun dengan jeda waktu yang cukup lama. Mungkin dulu ku selalu mengabaikan semua hal tentangnya, bahkan tak pernah tertarik untuk mengetahui banyak tentangnya. Itu terjadi sebagaimana yang kita ketahui kita bisa menilai seseorang ketika kita sudah mengenalnya lebih jauh meski terkadang  penilain terhadap seseorang itu terlahir  hanya dari apa yang kita lihat darinya. Semua ini mengajarkanku banyak hal mengenai makna hidup, makna hidup yang tak akan ada habisnya untuk memahami semua arti dalam kehidupan.


Awal pertemuan itu menjadi sebuah teka-teki yang kini menuntut berjuta jawaban, awal pertemuan itu mengundang pertemuan kedua, ketiga dan begitu banyak pertemuan. Hingga seiring berjalannya waktu tak ingin lagi rasanya dia menghilang dari hadapan mata ini, rasanya selalu saja ingin berjumpa dengannya yang selama ini hanya ku anggap sebagai teman biasa tapi perasaan ini kembali membuatku bertanya-tanya apakah mungkin suatu hal terjadi kepadaku begitupun dengannya. Suatu hal yang kurasa tidak mungkin kini  berubah menjadi sangat memungkinkan, tentu banyak alasan yang menjadikan kita merasa nyaman terhadap hadirnya seseorang dalam hidup kita seperti yang kurasakan atas kehadirannya.
Kehadirannya begitu berarti bagiku, kini dia menjadi teman hidupku dan kuharap akan  selamanya tetap bersamaku. Dia berbeda dari mereka yang pernah kukenal dulu, banyak hal yang kutemukan dalam dirinya yang menjadi inspirasiku, secara tidak langsung dia memberikan banyak motivasi untukku.  Aku sangat bersyukur Tuhan mempertemukanku dengannya yang selalu memberiku jutaan kritikan, baik buruknya tak pernah kujadikan alasan untuk menyerah. Ku ingin semangat berdiri karena dia telah menjadi tongkat penegakku, susah senang kami bersama, saling mengisi kekurangan dan berbagi kelebihan. Begitu sederhana yang kami lewati, waktu demi waktu itu  sangat berharga disetiap detiknya, sekali harapanku semoga semuanya tak berhenti disini. Masih banyak waktu yang sangat panjang yang harus kita kejar bersama, berjuang bersama hingga akhirnya nanti kita akan terus bersama, insyaallah.

Jumat, 01 November 2013

Love, Life, and Spirit


Ada satu perasaan yang membuat beberapa orang merasa bingung, ketika hati bertanya-tanya, perasaan apakah ini? Bagi mereka yang benar-benar mengerti tentang perasaan itu, maka mereka akan lebih mengetahui maknanya tanpa bertanya pada orang lain, yaitu CINTA. Ada beberapa orang yang mengatakan tak memahami arti cinta, padahal sebenarnya mereka tahu karena disaat hatinya merasakan itu, maka mereka pasti menyadari perubahan itu. Bukan berarti mereka tak memahaminya, hanya saja mereka tak mampu mengungkapkannya dengan susunan huruf dan percikan suara, karena perasaan itu telah titipkan tuhan didalam hati, tak perlu banyak kata-kata  dan ucapan cukup dirasakan, makna itu sudah cukup berarti untuk dipahami.

Disaat seseorang merasakan yang namanya cinta, pada saat itu juga mereka mulai mengenal berbagai macam perasaan emosi, seperti rasa bahagia, sedih, marah, hingga menangis. Cinta biasanya membuat mereka merasa nyaman, penuh semangat karena mereka menganggap cintanya adalah penyemangatnya dan cinta merupakan salah satu alasan mereka untuk bertahan hidup, seperti Cinta kepada keluarga dan cinta pada seorang pasangan hidup baik itu suami istri maupun pasangan kekasih.

Namun terkadang cinta mengundang rasa perih, sakit hati, dan kekecewaan. 
Ketika kita ingin mendekati cinta maka terlebih dahulu kita harus mengenali resikonya, tak pernah ada cinta yang berjalan lurus, bahkan tidak akan pernah ada. Semulus-mulusnya jalan beraspal ketahuilah di depan sana ada lubang yang akan kita temui, begitupun dengan cinta. Rasa sakit itu akan membuat kita mengeluh, kekecewaan itu akan mengajarkan kita untuk mejauh, namun sebenarnya semua itu adalah cobaan dalam suatu hubungan yang harus kita lalui bersama pasangan kita, mengajarkan kita mulai bersabar menghadapinya, bertukar pikiran untuk menyelesaikannya, bukannya diam-diaman hingga akhirnya akan memperburuk hubungan itu sendiri, yah kebanyakan seperti itu.

Dan ketika suatu hubungan mulai memanas,  hanya sedikit dari banyaknya mereka yang bisa mengerti dan ingin memperbaiki hubungannya. Kebanyakan yang sering kita lihat, ketika terjadi sedikit pertengkaran diantara sepasang hati, maka akan ada bayangan dibenaknya untuk berpisah. Bukankah ketika kita saling cinta harus dipertahankan, ada masalah dihadapi bersama, namun kenyataan membuktikan bahwa cinta itu adalah hal sepele dan tidak cukup penting untuk mereka pertahankan. Bukan itu tujuan cinta yang sebenarnya, yang tadinya berjanji untuk saling menjaga, percaya, dan setia. Semua itu hanyalah bulsyit, mereka hanya berjanji dalam kebaikan itu saja.

Jika ada cinta yang hanya mampu bertahan pada kesenangannya, tidak pada keterpurukannya. Itu bukan cinta! namun hanya perasaan sesaat, yang biasanya hanya datang dan akhirnya pergi ketika perasaannya berpihak lagi-lagi pada hati yang lain. Oh membosankan (=|

Pernahkah anda mendengar perjanjian sepasang kekasih, bahwa mereka ingin tetap bertahan ketika pasangannya selingkuh? Saya rasa tidak ada perjanjian seperti itu, meskipun ada itu jarang sekali bisa ditemui, dan saya rasa itu memang perjanjian yang sangat konyol, tapi tidak bagi mereka yang benar-benar tulus mencintai, apapun tantangannya  akan dia hadapi semampunya, selama dia yakin cinta itu akan tetap menjadi miliknya maka dia takkan berhenti hanya untuk beberapa alasan yang masih bisa dia terima.

Sedikit pengetahuan saya tentang cinta, mungkin kurang tepat bagi beberapa orang. Namun sudah cukup untuk menjawab sedikit dari banyaknya pertanyaan tentang CINTA.
“TERIMA KASIH”


Pesan dari penulis :
       Nyamankan hatimu lebih dulu, jika menginginkan seseorang  merasa nyaman didekatmu .


                                                                                            BY : ASNIRA